follow us on

Ketua Laz Indonesia Berzakat Menjadi Pembicara dalam Seminar Sehari, Forum Ekonomi Keumatan di Banten

Acara yang diselenggarakan di kantor Bank Indonesia, Banten (4/9) ini mengusung tema Ekonomi Keumatan dengan menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Rahmat Hernowo, selaku Kepala Kantor Bank Indonesia perwakilan Banten, dan Ir. Basri Kinas Mappaseng, sebagai Ketua Lembaga Amil Zakat, Indonesia Berzakat, serta Wakil Ketua Umum Syarikat Islam.

Seminar yang dimulai dengan rangkaian acara pelantikan pengurus wilayah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Banten ini dihadiri oleh puluhan undangan yang memenuhi ballroom kanto Bank Indonesia Banten yang baru saja diresmikan awal tahun ini.

Dalam materinya, Rahmat Hernowo yang akrab dipanggil Wowo, menyampaikan bahwa Indonesia masih berada dalam fase Middle Income Trap dan median estimasi dari lamanya suatu negara keluar atau melewati fase ini adalah 42 tahun untuk mencapai High Income Country. Saat ini, Indonesia dan berbagai negara peers seperti india, Filipina, Thailand, telah memasuki Middle Income Country dan masih memiliki waktu untuk melewati MIT jika mengikuti estimasi tersebut.

Memulai materi dengan seruan takbir, Ir. Basri Kinas Mappaseng mengangkat tema Lembaga Ekonomi Ummat untuk Kemandirian Ekonomi Ummat. Menurutnya, dibandingkan dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, Malaysia jauh lebih di depan perihal ekonomi keumatan. Hal ini dibuktikan dengan pengelolaan keuangan umat yang mampu memberikan pinjaman dana kepada masyarakatnya untuk dikelola sendiri tanpa mempersulit dan membebankan pihak yang diberi dana. Melalui kesempatan ini, Basri mendorong pemerintah untuk lebih mendukung lembaga ekonomi umat yang berpihak pada umat untuk dibentuk dan disahkan oleh pemerintah karena potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu mencapai 200 triliun rupiah per tahun.